كُلوا واشربوا وتصدَّقوا والبَسوا من غيرِ سرفٍ ولا مَخيَلةٍ. “ Makan, minum, bersedekah, dan berpakaian lah dengan tidak berlebihan dan bersikap sombong. ” (Almusnad 6695). Sikap tersebut adalah kondisi pertengahan antara berlebih-lebihan dan kikir. Berlebih-lebihan berdampak buruk bagi jiwa
Sombong sangat berbahaya karena bisa merusak Ibadah, menyakiti perasaan orang lain dan mengganggu hubungan sesama manusia. Oleh karena itu, dalam banyak kesempatan Rasulullah SAW sering memperingatkan umatnya dari sifat sombong. Dimanapun ada sikap sombong maka dilarang, baik dalam berpakaian, berpenampilan, makan, minum, dan lain-lain.
Artinya: Janganlah memalingkan wajahmu dari manusia (karena sombong) dan janganlah berjalan di bumi ini dengan angkuh. Sesungguhnya Allah tidak menyukai setiap orang yang sombong lagi sangat membanggakan diri. Allah mencoba menegaskan pada hamba-Nya bahwa takabur adalah sifat tercela yang tidak pantas dilakukan.
Pengertian Sombong. Sombong atau yang biasa disebut dengan istilah kibr, takabbur dan istikbar adalah sifat dimana seseorang tersebut melihat dirinya sendiri jauh lebih hebat atau lebih besar dibandingkan dengan orang lain yang berada di sekitarnya. Orang sombong itu memandang bahwa dirinya ini sempurna dibandingkan dengan orang lain.
1. Sombong kepada Allah Swt. Ini merupakan al-kibr paling buruk dan tercela. Contoh sombong kepada Allah Swt adalah seperti ucapan Fir’aun: ۖ ٰلْعَ ْلا ُ ُكُّب َر ۠ َف َا َلاَقَف. Artinya: Seraya berkata: “Akulah Tuhanmu yang paling tinggi.” (QS. an-Nazi’at, [79], 24).
Vay Tiền Trả Góp Theo Tháng Chỉ Cần Cmnd.
sombong kepada orang sombong adalah ibadah